Apa itu keluarga?
Keluarga adalah sebuah grup
primer. Aku dilahirkan dari sebuah keluarga kecil dan bahagia. Bagiku keluarga
adalah anugerah dari Tuhan. Anugerah yang sangat indah. Aku mempunyai keluarga
lengkap. Aku mempunyai orang tua yang lengkap dan seorang kakak laki-laki yang
amat sangat menyayangiku. Aku mempunyai sebuah keluaga besar yang bahagia.
Ketika aku merasa bahwa Allah tak
adil kepadaku, ketika aku merasa kekurangan, maka aku akan memandang ke
belakang. Aku ingat aku punya sebuah keluarga yang begitu hebat yang mungkin
teman-temanku tak punya itu. Ketika aku merasa tak punya apa-apa, lantas aku
tersadar bahwa aku punya keluarga.
Kakakku sangat menyayangiku. Ia
memberikan segala kebutuhanku. Ia akan mendukungku ketika aku membutuhkan
sebuah dukungan. Ia selalu mengajarkan kebaikan kepadaku. Ia takkan
henti-hentinya menasihatiku ketika aku menapak pada jalan yang salah. Aku
sangat bersyukur mempunyai seorang kakak seperti kakakku. Karena setelah aku
amati, banyak dari teman-temanku yang mengeluhkan tentang kakak mereka, ternyata
yang mereka alami sangat berbanding terbalik denganku. Mereka mengagumi kasih
sayang yang telah diberikan kakakku. Dan saat itu aku merasa sangat beruntung
daripada teman-teman yang lain. Saat itu aku sangat bersyukur pada Allah.
Aku juga dianugerahkan orangtua
yang sangat menyayangiku. Mereka tak pernah membentakku atau marah padaku.
Ketika aku melakukan salah, mereka marah. Tapi mereka diam dan tak meluapkan
emosi mereka. Meskipun begitu, ini tidak menjadikanku memanfaatkan keadaan.
Justru aku akan sangat merasa bersalah ketika mereka diam atau marah. Dan kau
tau? Ternyata cara didikan mereka yang seperti ini malah membuatku menjadi
semakin patuh kepada mereka. Dalam pikirku tak pernah terbesit rasa untuk memberontak,
karena aku tak ingin membuat orangtua ku marah atau sedih.
Waktu itu aku sempat menginap di
rumah saudaraku, dan kau tau? Metode mereka mengajari anak-anak mereka sangat
menakutkan. Tak jarang salah satu saudaraku membentak-bentak anaknya agar mau
mandi, belajar, makan atau melakukan hal-hal yang mereka suruh. Bahkan mereka
sampai mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas diucapkan kepada anak-anak. Aku
yang saat itu berada dalam rumahnya menjadi ikut merasa takut dengan
bentakan-bentakan itu. Apakah seperti ini cara orangtua mengajari anak mereka?
Tak bisakah mereka sedikit saja lebih lembut agar anak mereka luluh? Aku rasa
hal-hal seperti inilah yang membuat anak-anak sering berontak pada orangtua.
Didikan orangtua dari semasa kecil secara tidak sadar telah membentuk psikologi
anak menjadi keras dan pembangkang. Selain itu, lingkungan juga dapat
mempengaruhi psikologi anak oleh karena itu dibutuhkan peran orangtua agar
memperhatikan pergaulan anak-anaknya. Ketika terjadi kesalahan langkah yang dilakukan
si Anak, tidak sepatutnya orangtua memarahi anak tersebut melainkan orangtua
harus turut serta mendampingi si Anak menuju jalan yang benar.
Berpacuan pada cara mendidik
orangtuaku terhadapku, aku rasa orangtuaku berhasil mendidikku. Kelemahlembutan
orang tua dalam mendidik anak, akan menjadikan watak si anak lemah lembut pula
dan begitupun sebaliknya. Orangtua yang berhasil mendidik anaknya adalah
orangtua yang bisa mengarahkan anaknya ke surga. Walaupun orangtuaku tidak
cerdas, tapi ketulusannya dalam mendidik anak telah menimbulkan efek tersendiri
dalam jiwaku.
Orangtua ku selalu menerapkan
bagaimana caranya memberi, mengasihi orang, tidak mudah tersinggung, tidak
pendendam, sabar, kerja keras, tekun dan penuh semangat, dan ternyata cara-cara
itu ternyata secara tak sengaja menular kepadaku. Setiap kali aku merasa putus
asa, aku akan teringat pada semangat dan kerja keras yang dimiliki orangtuaku
dan cara itu benar-benar ampuh membuatku bangkit kembali.
Kami keluarga kecil, aku sangat
bersyukur karena keluargaku bisa dekat dan mengenal Allah. Kami selalu saling
mengingatkan terus mendekatkan kepada Allah. Mungkin bisa dibilang kami adalah
keluarga yang religius. Dan saat itu aku benar-benar bersyukur karena Allah
telah memberiku anugerah yang begitu besar yang mungkin semua orang punya
seperti aku merasa sangat memiliki ini yaitu keluarga.
“Ya Allah, jagalah keluargaku
dimana pun kami berada. Jagalah keluargaku dari siksa api neraka, wafatkan kami
khusnul khatimah dan selamatkan kami di dunia akhirat. Amin”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar