Tanggal 18 Mei (kalau tidak salah), aku mendapat kabar bahwa aku diterima di Institut Pertanian Bogor jurusan Agronomi dan Hortikultura lewat internet. Seketika membaca pengumuman itu aku meneteskan air mata .Aku bersyukur bukan main. Saat itu juga aku memberi kabar kepada orangtua dan sahabat baikku. Dan dahsyatnya lagi, ternyata sahabatku juga diterima di IPB. Kebahagiaanku berlipat ganda saat itu.
Tepat 31 Mei tahun 2011, aku bersama ibuku menginjakkan tanah Bogor untuk kedua kalinya setelah pertama kalinya saar tamasya ke Taman Safari bersama romobngan pabrik. Aku ke Bogor bermaksud untuk melakukan registrasi penerimaan Mahasiswa Baru. Pertama kali datang ke IPB, karena saat itu kami masuk lewat jalan Berlin, aku langsung disambut kemegahan gedung fakultas Pertanian, dan leih hebat lagi gedung departemen Agronomi dan Hortikultura menjadi berdiri gagah paling sangat pertama kulihat. Aku bangga luar biasa saat itu. Bukan main, megah sekali IPB ini. Pikirku dalam hati.
Setelah melakukan dua kali registrasi, tepatnya pada tanggal 31 Mei dan 27 Juni, maka pada tanggal 27 Juni pula aku masuk asrama TPB IPB. Gedung A2, lorong 2, kamar 154 itulah tempatku. Aku ditempatkan bersama 4 orang yang dengan variasi asal daerah. Dalam kamar dengan ukuran 4X4 meter, kami dikumpulkan. Sejak pertama diterima di IPB aku selalu berdoa kepada Allah agar teman kamarku adalah seseorang yang memiliki setidaknya prinsip dan kepribadian yang mirip-mirip, meskipun tidak sama. Atau secara kasarnya kami sati tipe, satu tujuan atau apalah. Namun ternyata tidak, malah jauh. Namun dengan sekuat mungkin, aku mencoba untuk bertehan dan menyesuaikan diri. Aku memang berprinsip “lu lu gue gue” artinya aku ngga mau ikut campur urusan orang karena aku juga ngga mau urusanku dicampuri.
Akhirnya masa pengenalan mahasiswa baru tiba juga, lihatlah foto kami berempat, foto dengan tampang imut-imut memakai nametag dengan bentuk aneh seperti itu serta caping yang melambangkan mahasiswa pertanian. Foto itu diambil di kamar.
Tepat 31 Mei tahun 2011, aku bersama ibuku menginjakkan tanah Bogor untuk kedua kalinya setelah pertama kalinya saar tamasya ke Taman Safari bersama romobngan pabrik. Aku ke Bogor bermaksud untuk melakukan registrasi penerimaan Mahasiswa Baru. Pertama kali datang ke IPB, karena saat itu kami masuk lewat jalan Berlin, aku langsung disambut kemegahan gedung fakultas Pertanian, dan leih hebat lagi gedung departemen Agronomi dan Hortikultura menjadi berdiri gagah paling sangat pertama kulihat. Aku bangga luar biasa saat itu. Bukan main, megah sekali IPB ini. Pikirku dalam hati.
Setelah melakukan dua kali registrasi, tepatnya pada tanggal 31 Mei dan 27 Juni, maka pada tanggal 27 Juni pula aku masuk asrama TPB IPB. Gedung A2, lorong 2, kamar 154 itulah tempatku. Aku ditempatkan bersama 4 orang yang dengan variasi asal daerah. Dalam kamar dengan ukuran 4X4 meter, kami dikumpulkan. Sejak pertama diterima di IPB aku selalu berdoa kepada Allah agar teman kamarku adalah seseorang yang memiliki setidaknya prinsip dan kepribadian yang mirip-mirip, meskipun tidak sama. Atau secara kasarnya kami sati tipe, satu tujuan atau apalah. Namun ternyata tidak, malah jauh. Namun dengan sekuat mungkin, aku mencoba untuk bertehan dan menyesuaikan diri. Aku memang berprinsip “lu lu gue gue” artinya aku ngga mau ikut campur urusan orang karena aku juga ngga mau urusanku dicampuri.
Akhirnya masa pengenalan mahasiswa baru tiba juga, lihatlah foto kami berempat, foto dengan tampang imut-imut memakai nametag dengan bentuk aneh seperti itu serta caping yang melambangkan mahasiswa pertanian. Foto itu diambil di kamar.
![]() |
| MPKMB IPB 48 |
Awalnya perasaan takut yang luar biasa dalam menghadapi masa ospek itu, masa perpeloncoan anak-anak baru. Apalagi aku trauma dengan masa ospek waktu SMA yang sangat menyebalkan dan penuh dengan ketegangan. Maskipun setelah bertanya pada kakak tingkat IPB yang katanya akan sangat menyenangkan, aku sama sekali tidak percaya. Biasalah, kakak tingkat itu memang hobi menenangkan adik-adiknya, menghibur adik-adiknya maskipun terkadang kenyataannya lebih mengerikan daripada yang dibayangkan. Aku mencoba dengan membesarkan diri dari ketakutanku, mencoba bertahan.
Ospek atau biasa disebut dengan MPKMB (Masa Pengenalan Mahasiswa Baru) dimulai juga. Awalnya kami dikeompokkan dengan kapasitas sekitar 50 orang yang nantinya akan disebut laskar Tani. Kemudian laskar-laskar itu akan kelompokkan lagi mejadi garda. Total seluruh laskar itu dibagi menjadi 5 kelompok besar atau yang nantinya akan disebut garda.
Sebelum hari H MPKMB, ada acara sosialisasi terlebih dahulu yang isinya peraturan dress untuk MPKMB, cara bikin nametag, bikin jargon dan yel-yel laskar dan masih banyak lagi isinya. Kami juga pernah melakukan buka bersama dengan laskar (karena waktu itu sudah memasuki bulan suci ramadhan). Ternyata acara MPKMB aku rasakan manfaatnya adalah dapat menambah jumlah teman baru.
Sebelum hari H MPKMB, ada acara sosialisasi terlebih dahulu yang isinya peraturan dress untuk MPKMB, cara bikin nametag, bikin jargon dan yel-yel laskar dan masih banyak lagi isinya. Kami juga pernah melakukan buka bersama dengan laskar (karena waktu itu sudah memasuki bulan suci ramadhan). Ternyata acara MPKMB aku rasakan manfaatnya adalah dapat menambah jumlah teman baru.
![]() |
| foto buka bersama with laskar 9 |

Dalam MPKMB itu ada KPK atau Komisi Penegak Kedisiplinan. Dia bertugas dalam menegakkan kedisiplinan selama sosialisasi MPKMB dan hari H MPKMB. Dia suka mengghukum anak-anak yang melanggar, mukanya sangar dan tak pernah senyum. Namun sejauh itu peranannya tidak menyimpang dari yang biasanya terjadi di SMA.
Hari H MPKMB tiba juga. Sekitar 2500 mahasiswa baru digiring ke dalam Gedung Graha Widya Wisuda. Alamak, dahsanya sekali hari itu, aku terpana penuh rasa bangga bisa masuk IPB. Aku bersyukur bukan main karena bisa tergabung dengan 2500 siswa yang berasal dari seluruh bagian Indonesia bahkan dari luar negeri pun ada, dari negara tetangga.
Hari H MPKMB tiba juga. Sekitar 2500 mahasiswa baru digiring ke dalam Gedung Graha Widya Wisuda. Alamak, dahsanya sekali hari itu, aku terpana penuh rasa bangga bisa masuk IPB. Aku bersyukur bukan main karena bisa tergabung dengan 2500 siswa yang berasal dari seluruh bagian Indonesia bahkan dari luar negeri pun ada, dari negara tetangga.
Aku bangga menjadi bagian dari IPB. Kami semua teriak meneriakkan yel-yel dan jargon masing-masing.kami bertepuk tangan sekeras-kerasnya, pokoknya hari itu kami bersenang-senang penuh rasa bangga.
Sambutan yang diberikan begitu hangat, sekali lagi aku berdecak kagum melihat kumpulan manusia bak semut-semut menggerumuti perment dari tribun atas. Sambutan yang luar biasa, dari atas tribun sekali lagi aku berdecak kagum beratus-ratus kali. Jauh dari perkiraanku, MPKMB tidak seperti yang aku bayangkan. Sama sekali tidak ada kekerasan disini.
Sungguh, kekagumanku berbuncah saat rektor IPB membakar semangat pertanian kami dengan memberikan sambutannya dengan memaparkan apa itu pertanian, seperti apa kebanggaan mahasiswa pertanian, dan masih banyak lagi. Sungguh bapak rektor membuatku merasa bahwa aku tak salah masuk Perguruan Tinggi ini. Saat itu suasana GWW penuh dengan riuh dengan tepuk tangan, dan auranya semakin panas. Panas dengan api semangat kami yang semakin berkobar.
Belum lagi ditambah dengan video-video motivasi tentang mimpi dan cita-cita. Ah GWW sudah kebakaran waktu itu, kebakaran semangat. Tak lupa juga dihadirkan seorang pembicara dalam AMT(Achievment Motivation Training) seketika itu air mata kami tumpah ruah. Seluruh mahasiswa baru (selanjutnya:maba) menangis ketika pembicara AMT itu memotivasi kami tentang ibu.
Bukan sampai disitu saja, masih banyak lagi hiburan-hiburan yang dipersembahkan oleh mahasiswa-mahasiswa IPB seperti UKM agriaswara, UKM gentra kaheman, dan UKM lainnya.
MPKMB oh MPKMB, aku pasti akan sangat merindukan masa itu.....
Itulah dahsyanya MPKMB. Sama sekali tak ada kekerasan sedikitpun di IPB. Yang ada malah sambutan hangat dan persembahan-persembahan yang luar biasa.
Sambutan yang diberikan begitu hangat, sekali lagi aku berdecak kagum melihat kumpulan manusia bak semut-semut menggerumuti perment dari tribun atas. Sambutan yang luar biasa, dari atas tribun sekali lagi aku berdecak kagum beratus-ratus kali. Jauh dari perkiraanku, MPKMB tidak seperti yang aku bayangkan. Sama sekali tidak ada kekerasan disini.
Sungguh, kekagumanku berbuncah saat rektor IPB membakar semangat pertanian kami dengan memberikan sambutannya dengan memaparkan apa itu pertanian, seperti apa kebanggaan mahasiswa pertanian, dan masih banyak lagi. Sungguh bapak rektor membuatku merasa bahwa aku tak salah masuk Perguruan Tinggi ini. Saat itu suasana GWW penuh dengan riuh dengan tepuk tangan, dan auranya semakin panas. Panas dengan api semangat kami yang semakin berkobar.
Belum lagi ditambah dengan video-video motivasi tentang mimpi dan cita-cita. Ah GWW sudah kebakaran waktu itu, kebakaran semangat. Tak lupa juga dihadirkan seorang pembicara dalam AMT(Achievment Motivation Training) seketika itu air mata kami tumpah ruah. Seluruh mahasiswa baru (selanjutnya:maba) menangis ketika pembicara AMT itu memotivasi kami tentang ibu.
Bukan sampai disitu saja, masih banyak lagi hiburan-hiburan yang dipersembahkan oleh mahasiswa-mahasiswa IPB seperti UKM agriaswara, UKM gentra kaheman, dan UKM lainnya.
MPKMB oh MPKMB, aku pasti akan sangat merindukan masa itu.....
Itulah dahsyanya MPKMB. Sama sekali tak ada kekerasan sedikitpun di IPB. Yang ada malah sambutan hangat dan persembahan-persembahan yang luar biasa.

Kegiatan-kegiatan diasrama pun tak kalah dahsyatnya. Dengan seiringnya waktu suasana asrama mulai menghangat. Yang awalnya kami enggan dan sungkan bergaul, lama-lama kami mulai terbuka. Kami mulai kompak. Ada soga lorong yang mempertemukan kamu semua di lorong asrama, ada juga ngaji lorong abis subuh dan saat itu anak-anak malas bangun pagi, ada piket lorong yang tak banyak yang menjalankan. dengan berjalannya waktu, kami semakin akrab, saling menghibur, makan bareng, nonton bareng, ngerjain teman yang ultah dan masih banyak lagi kegiatan-kegiatan di asrama.
Setiap ada tugas, pasti contek-contekkan dengan dengan teman selorong, atau kalau mau ujian biasanya belajar bersama, makan bareng dan paling sebal kalau ada teman yang nitip beli makan, pinjem ini, pinjem itu, pokoknya kehidupan asrama saling melengkapi.
Setiap ada tugas, pasti contek-contekkan dengan dengan teman selorong, atau kalau mau ujian biasanya belajar bersama, makan bareng dan paling sebal kalau ada teman yang nitip beli makan, pinjem ini, pinjem itu, pokoknya kehidupan asrama saling melengkapi.
![]() | ||||||
| (foto anak-anak lorong 2 saat akan mengikuti welcome party di GWW) |
Kini kehidupan asrama tingga beberapa minggu lagi, bahkan saat ini sudah banyak yang pindah ke kosan. Sediiih.... pasti aku akan sangat merindukan asrama, lorong dua. Ngga terasa sudah hampir setahun di IPB. Maba akan segera datang dan siklus akan berganti. Nanti setelah di kontrakan atau di kosan pasti akan sangat sepi. Biasanya selalu ada anak teriak-teriak dilorong mengumumkan sesuatu, bercanda di lorong, ngerumpi di lorong, inilah, itulah arrrgh.....
Kehidupan itu hanya sekali dan takkan terulang lagi. Asrama hanya sekali, dan itu akan menjadi bagian dari memeri kehidupan ini. Selamat jalan teman, sudah saatnya kita menempuh jalan masing-masing.
Kehidupan itu hanya sekali dan takkan terulang lagi. Asrama hanya sekali, dan itu akan menjadi bagian dari memeri kehidupan ini. Selamat jalan teman, sudah saatnya kita menempuh jalan masing-masing.






Tidak ada komentar:
Posting Komentar