Senin, 30 April 2012

AsramaTPB IPB


Asrama, sebuah kehidupan yang menurut sebagian orang sangat menjengkelkan.  Disinilah, asrama IPB TPB.
Asrama itu menyenangkan. Asrama sangat membantu mahsiswa baru untuk menemukan teman-teman baru, mendekatkan satu sama lain, dan menjadikan kita mengenal budaya lain. Itu urgensinya. Coba bayangkan ketika pertama kali menginjakkan kaki di Kota Bogor dengan tiada sanak saudara yang kita kenal, mungkin kita akan kesusahan mencari kos-kosan atau kontrakan. Tapi asrama meniadakan keresahan kita. Bukankah kita harus bersyukur dengan ini?
Kau tau, sejak aku tinggal di asrama aku jadi tau kebudayaan orang Batak, orang Lampung, orang Padang dan masih banyak lagi. Ternyata Indonesia itu kaya akan budaya, bahasa, dan lain-lain. Aku pikir, aku beruntung daripada teman-temanku yang tidak merasakan kuliah. Bahkan sangat.
Terkadang kita tidak merasa cocok dengan teman, guys ngga enaknya asrama itu mungkin karena satu alasan tapi pelayanan yang IPB kasih itu lebih dari satu. Jangan pikirkan yang satu tapi pikirkan sebagian besarnya.
Kehidupan asrama itu penuh dengan aturan, ada jam malah lah, harus ikut kegiatan ini lah, itulah dan lain-lain. Begitulah kata mereka. Hey ada apa? Mereka benci dengan aturan asrama? Ketika itu Ka Devi bilang “jangan meruntuhkan pagar sebelum tau untuk apa pagar itu dibangun. Ketika kamu runtuhkan pagar itu dan ternyata dibalik pagar itu ada anjing galak, maka digong-gong lah kita”
Peraturan itu diciptakan untuk menciptakan keteraturan, menciptakan kedamaian. Bukankah hidup kita pun pakai peraturan, kita mandi dua kali sehari, hari ini pakai baju putih, besok ungu, lusa kuning, mau tidur pakai piyama, mau kuliah pakai kemeja bukankah itu adalah peraturan dan itu menjadikan kita nampak indah. Ya seperti itulah hakikat peraturan.
Ada apa dengan jiwa-jiwa yang menolak peraturan asrama?
Peraturan asrama menjadikan kita disiplin. Baik disiplin secara moral, disiplin belajar, disiplin dalam bersosialisasi dengan teman-teman dan masih banyak lagi disiplin lainnya.s asrama menjadikan kita hidup mandiri, mencuci, nyetrika, karena selamanya kita tak bisa bergantung pada orangtua atau pembantu. Kalaupun mau laundry, malu donk? Seperti inikah calon istri yang baik. Ngga ada nilai baktinya.
Hmm...... kehidupan asrama IPB TPB 2011/2012 akan segera berakhir. Segera kumpulkan kenangan-kenangan, bingkah dengan ukhuwah dan simpan rapat dimemori. Pasti aku akan sangat merindukan asrama. 

foto Leni Siswati bersama Sofiah Tullah,
teman sekamar asrama A2 lorong 2 kamar 154

Tidak ada komentar:

Posting Komentar