Asrama, sebuah kehidupan yang menurut sebagian orang sangat
menjengkelkan. Disinilah, asrama IPB
TPB.
Asrama itu menyenangkan. Asrama sangat membantu mahsiswa baru
untuk menemukan teman-teman baru, mendekatkan satu sama lain, dan menjadikan
kita mengenal budaya lain. Itu urgensinya. Coba bayangkan ketika pertama kali
menginjakkan kaki di Kota Bogor dengan tiada sanak saudara yang kita kenal,
mungkin kita akan kesusahan mencari kos-kosan atau kontrakan. Tapi asrama
meniadakan keresahan kita. Bukankah kita harus bersyukur dengan ini?
Kau tau, sejak aku tinggal di asrama aku jadi tau kebudayaan
orang Batak, orang Lampung, orang Padang dan masih banyak lagi. Ternyata
Indonesia itu kaya akan budaya, bahasa, dan lain-lain. Aku pikir, aku beruntung
daripada teman-temanku yang tidak merasakan kuliah. Bahkan sangat.
Terkadang kita tidak merasa cocok dengan teman, guys ngga
enaknya asrama itu mungkin karena satu alasan tapi pelayanan yang IPB kasih itu
lebih dari satu. Jangan pikirkan yang satu tapi pikirkan sebagian besarnya.
Kehidupan asrama itu
penuh dengan aturan, ada jam malah lah, harus ikut kegiatan ini lah, itulah dan
lain-lain.
Begitulah kata mereka. Hey ada apa? Mereka benci dengan aturan asrama? Ketika
itu Ka Devi bilang “jangan meruntuhkan pagar sebelum tau untuk apa pagar itu
dibangun. Ketika kamu runtuhkan pagar itu dan ternyata dibalik pagar itu ada
anjing galak, maka digong-gong lah kita”
Peraturan itu diciptakan untuk menciptakan keteraturan, menciptakan
kedamaian. Bukankah hidup kita pun pakai peraturan, kita mandi dua kali sehari,
hari ini pakai baju putih, besok ungu, lusa kuning, mau tidur pakai piyama, mau
kuliah pakai kemeja bukankah itu adalah peraturan dan itu menjadikan kita
nampak indah. Ya seperti itulah hakikat peraturan.
Ada apa dengan jiwa-jiwa yang menolak peraturan asrama?
Peraturan asrama menjadikan kita disiplin. Baik disiplin
secara moral, disiplin belajar, disiplin dalam bersosialisasi dengan
teman-teman dan masih banyak lagi disiplin lainnya.s asrama menjadikan kita
hidup mandiri, mencuci, nyetrika, karena selamanya kita tak bisa bergantung
pada orangtua atau pembantu. Kalaupun mau laundry, malu donk? Seperti inikah
calon istri yang baik. Ngga ada nilai baktinya.
Hmm...... kehidupan asrama IPB TPB 2011/2012 akan segera
berakhir. Segera kumpulkan kenangan-kenangan, bingkah dengan ukhuwah dan simpan
rapat dimemori. Pasti aku akan sangat merindukan asrama.
![]() | ||
| foto Leni Siswati bersama Sofiah Tullah, | teman sekamar asrama A2 lorong 2 kamar 154 |

Tidak ada komentar:
Posting Komentar