Senin, 30 April 2012

Andai Pejabat DPR Berakhlak seperti Rasulallah

Andai pejabat DPR kita berakhlak seperti akhlaknya Rasulallah. Huft betapa indahnya. Kapan ya itu akan terjadi?
Aku bingung, sebenarnya apa yang ada dalam kepala para pejabat tinggi itu? Kenapa mereka begitu berkhianat? Amanah yang mereka tanggung bukan amanah kecil, tapi kenapa mereka begitu kejam pada rakyat.
Dahulu pada zaman Rasulallah, orang-orang takut memegang jabatan, takut dengan pertanggungjawaban di akhirat kelak, tapi saat ini orang-orang saling berebut kursi jabatan. Apakah mereka tak takut dengan kehidupan akhirat kelak? Ah aku lupa, mereka kan sudah tak ingat apa itu akhirat.
Kenapa pemerintahan di Indonesia begitu bobrok? Katanya negara agraris, tapi kenapa masih banyak yang kelaparan, masih banyak impor pangan? Kenapa?
Katanya negara dengan penduduk islam terbanyak di dunia, tapi kenapa banyak perusahaan berasal dari investasi negara-negara agama Yahudi?
Katanya negara kita kaya akan SDA, tapi mana? SDA kita dimanfaatkan orang-orang yang tidak bertanggung jawab yang mengedepankan kepentingan sendiri.
Mau dibawa kemana negara ini?
Sistem pendidikan, ekonomi, politik, alam, semuanya hancur.
Ayolah, kami butuh pemimpin-pemimpin seperti khaulafaurasyiddin. Seperti Rasulallah, Abu Bakar, Umar, Usman, Ali. Masih adakah pemimpin seperti mereka?
Hutang Indonesia pada bank dunia sudah menumpuk. Kalau hutang itu dibebankan pada seluruh penduduk Indonesia, maka satu kepala harus menanggung sekitar 7 juta.
Apa 7 juta? Boro-boro buat bayar hutang negara, untuk keseharian makan saja susah.
Usia negara sudah 67 tahun. Uda tua, udah makan asam manis kehidupan. Tapi kenapa kehidupan kita gini-gini aja? Rasa nasionalis bangsa sudah memudar, tak ada.
Kalau ingin memperbaiki, harus mulai dari mana? Perbaiki pemerintahannya atau rakyatnya terlebih dahulu?
Ayolah, aku ingin Indonesiaku seperti negera lain. Seperti jepang, singapore, Korea. Kita bahkan tertinggal oleh negara tetangga sendiri. Malu donk. Indonesia bangsa yang besar. Kita punya SDA dan SDM yang besar, tapi gatot, tak termanfaatkan.
Miris sekali Indonesia ini.
Investasi dari asing sudah menjalar kemana-mana. Mereka mengeruk keuntungan dari negara kita, yang tertinggal buat kita hanya limbahnya  yang membuat penduduk sekitar menderita. Apakah indonesia tak mampu membeli investasi itu?
Aku tidak mengerti dengan orang-orang Indonesia..... L
Indonesia, aku ingin menangis,,,,,

Tidak ada komentar:

Posting Komentar