Andai pejabat
DPR kita berakhlak seperti akhlaknya Rasulallah. Huft betapa indahnya. Kapan ya
itu akan terjadi?
Aku bingung,
sebenarnya apa yang ada dalam kepala para pejabat tinggi itu? Kenapa mereka
begitu berkhianat? Amanah yang mereka tanggung bukan amanah kecil, tapi kenapa
mereka begitu kejam pada rakyat.
Dahulu pada
zaman Rasulallah, orang-orang takut memegang jabatan, takut dengan
pertanggungjawaban di akhirat kelak, tapi saat ini orang-orang saling berebut
kursi jabatan. Apakah mereka tak takut dengan kehidupan akhirat kelak? Ah aku
lupa, mereka kan sudah tak ingat apa itu akhirat.
Kenapa
pemerintahan di Indonesia begitu bobrok? Katanya negara agraris, tapi kenapa
masih banyak yang kelaparan, masih banyak impor pangan? Kenapa?
Katanya negara
dengan penduduk islam terbanyak di dunia, tapi kenapa banyak perusahaan berasal
dari investasi negara-negara agama Yahudi?
Katanya negara
kita kaya akan SDA, tapi mana? SDA kita dimanfaatkan orang-orang yang tidak
bertanggung jawab yang mengedepankan kepentingan sendiri.
Mau dibawa
kemana negara ini?
Sistem
pendidikan, ekonomi, politik, alam, semuanya hancur.
Ayolah, kami
butuh pemimpin-pemimpin seperti khaulafaurasyiddin. Seperti Rasulallah, Abu
Bakar, Umar, Usman, Ali. Masih adakah pemimpin seperti mereka?
Hutang
Indonesia pada bank dunia sudah menumpuk. Kalau hutang itu dibebankan pada
seluruh penduduk Indonesia, maka satu kepala harus menanggung sekitar 7 juta.
Apa 7 juta? Boro-boro buat bayar hutang negara,
untuk keseharian makan saja susah.
Usia negara sudah
67 tahun. Uda tua, udah makan asam manis kehidupan. Tapi kenapa kehidupan kita gini-gini aja? Rasa nasionalis bangsa
sudah memudar, tak ada.
Kalau ingin
memperbaiki, harus mulai dari mana? Perbaiki pemerintahannya atau rakyatnya
terlebih dahulu?
Ayolah, aku
ingin Indonesiaku seperti negera lain. Seperti jepang, singapore, Korea. Kita
bahkan tertinggal oleh negara tetangga sendiri. Malu donk. Indonesia bangsa yang besar. Kita punya SDA dan SDM yang
besar, tapi gatot, tak termanfaatkan.
Miris sekali
Indonesia ini.
Investasi dari
asing sudah menjalar kemana-mana. Mereka mengeruk keuntungan dari negara kita,
yang tertinggal buat kita hanya limbahnya
yang membuat penduduk sekitar menderita. Apakah indonesia tak mampu
membeli investasi itu?
Aku tidak
mengerti dengan orang-orang Indonesia..... L
Indonesia, aku
ingin menangis,,,,,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar