Selasa, 13 Desember 2011

nulis!

di sini aku dapat menulis apapun yang aku suka, aku dibebaskan untuk berkreasi, berbagi, mengkritik dan pokoknya apa pun yang aku mau.
aku teringat apa yang dikatakan A. Fuadi sang penulis novel negeri 5 menara dalam seminarnya di IPB satu bulan yang lalu, dia mengatakan bahwa dengan menulis maka kita akan awet muda, aku terbelalak mendengarnya yang aku tahu yang menyebabkan awet muda itu tertawa bukan menulis namun akhirnya dia menjelaskan bahwa tulisan itu akan tetap dikenang oleh orang yang masih hidup meskipun penulis telah meninggal dunia dan itulah yang dimaksud dengan awet muda. yah aku paham itu, seseorang yang meningggal dunia pun dalam facebooknya terdapat tulisan-tulisan status terakhirnya maka itu akan dikenang oleh teman-temannya.

maka tulislah apapun yang kalian suka, nulis status, nulis SMS, nulis buku harian dan apapun itu.....

Jumat, 21 Oktober 2011

Dua yang Kontras

Seseorang mempunyai kehidupan yang berbeda-beda. Orang bilang hidup adalah pilihan. Itu memang tak salah. Dalam kehidupan ini kita dituntut untuk bisa lebih bijak dalam memilih.

Saat itu aku menghadiri acara MPKMB (Masa Pengenalan Mahasiswa Baru) iya di sebuah ruangan besar yang bernama gedung Grawida atau sering disebut GWW, aku dan tiga ribu mahasiswa lainnya dikumpulkan dalam ruangan itu. Suasana ramai, tawa riang nan ceria tak dapat dielakkan saat itu. Begitu pun diriku, aku membebaskan diriku berteriak sekencang-kencangnya ketika menyambut berbagai penampilan-penampilan yang ditampilkan oleh panitia. Dan saat itu hadirlah seseorang memberikan sambutan tak lain dan tak bukan dia lah Presma IPB Mohammad Rezha Phalevi. Dia adalah orang nomor satu bagi kalangan mahasiswa IPB. Ketika itu slide menampilkan riwayat hidup dari seorang Rezha Phalevi. Ketika aku membacanya kata demi kata, baris demi baris aku terkejut bukan main. Aku yakin jabatan sebagai Presma bukanlah jabatan yang ringan, awalnya aku akan menyangka bahwa seorang Rezha ini pasti akan mempunyai banyak prestasi hanya dibidang ektrakurikuler saja namun ternyata aku salah besar. Seorang rezha Phalevi juga ternyata memiliki prestasi luar biasa dibidang akademik. Aku hanya bisa berdecak kagum. Kok ada ya manusia seperti dia? Penuh prestasi, seorang presma pula? Betapa luar biasanya manusia macam ini. Betapa hebatnya dia, ditengah kesibukannya dalam berorganisasi tapi ia masih punya prestasi oh bukan masih punya tapi dia juga banyak prestasi dibidang akademik. Apalagi ia sempat mengikuti pertukaran peajar ke luar negeri. Maka saat itu aku berfikir aku ingin seperti dia. Aktif diberbagai organisasi dan bisa memiliki banyak prestasi.

Namun diwaktu yang berbeda, saat itu aku sholat subuh berjamaah di mushola Al Mahabbah tercinta, kebetulan rekanku sedivisi kultum tentang kisah seorang wanita yang zuhud kepada Allah. Dalam kisahnya wanita itu menolak segala hal yang berbau dunia. Yang dia inginkan hanyalah kekelan dikehidupan akhirat kelak. Yang dia pikirkan hanya bekal yang akan ia bawa untuk menghadap Allah kelak. Maka saat itu aku berfikir betapa mulianya wanita itu. Ketika itu juga hatiku tersentuh. Aku berdiaog dengan diriku sendiri dan bertanya “Lantas apa yang telah aku persiapkan untuk menghadapNya? Apa yang aku fikirkan selama ini?” Selama ini aku terlalu sibuk dengan kehidupan dunia. Dengan semua cita-cita duniawi yang ingin aku capai. Maka disinilah aku terus mencari jati diriku yang sebenarnya. Akan dibawa kemana jasad dan ragaku kelak. Kehidupan akhirat bukanlah kehidupan yang sepele. Kehidupan akhirat adalah bukan akhir dari kehidupan kita tetapi kehidupan awal kita yang sebenarnya. Dua kisah ini memang sangat kontras jika kita renungi. Maka hal yang harus kita lakukan adalah menyeimbangkannya. Kadang kita terlena dengan kemewahan yang ditawarkan oleh dunia, maka dari itu iman dan takwa kita harus tetap konstan. Jangan biarkan iman kita goyah.

Maka anda lah yang akan menentukan akan dibawa kemana kehidupan anda.

Rabu, 19 Oktober 2011

Ketika Niat Dipertanyakan

Ketika Niat dipertanyakan

Selayaknya kita menjadi seorang pentuntut ilmu, maka akan dipertanyakan kepada kita apa niat kita menuntut ilmu? Begitu kegundahan itu hinggap dalam pikiranku yang dangkal ini.

Sekali lagi pertanyaannya adalah apa niat kita dalam menuntut ilmu (khususnya dalam kuliah)? Apakah hanya untuk mendapatkan titel sarjana supaya mudah dalam mendapatkan pekerjaan? Apakah agar menjadi orang yang berpendidikan dengan nilai IPK yang tinggi?

Waktu itu ibuku bertanya lewat telepon “Bagaimana nilai-nilai kuliah mu nak?” maka ku jawab “Alhamadulillah sejauh ini sih masih bagus-bagus aja bu” padahal kemarin baru saja aku memperoleh nilai BC untuk mata kuliah Matematika, sebuah nilai yang aku rasa rendah. Sekilas aku seperti membohongi ibuku. Nilai BC bukanlah nilai yang bagus. Namun aku tak ingin membuatnya khawatir. Kemudian aku berfikir aku akan belajar keras demi mendapatkan nilai yang tinggi, demi sang ibu tercinta, demi memenuhi harapan ibu yang ingin anaknya lulus dengan nilai yang tinggi. Namun ada sesuatu yang kurang pas dengan presepsi ini. Aku kembali berfikir inikah yang akan aku kejar? IPK tinggi? Seharusnya bukan ini. Ini bukanlah tujuan yang mulia, ini tidak sesuai dengan perintah-Nya. Masih ada tujuan yang lebih mulia lagi. Pecinta ilmu seharusnya bertujuan dalam menuntut ilmu untuk mencapai keridhaan ALLAH SWT. Mewujudkan rasa syukur atas nikmat berupa akal dan kesehatan, menghidupkan ajaran agama Islam dan menjaga kelestarian agama, mengharapkan kebahagiann akherat dan melenyapkan kebodohan. Tingginya ilmu seseorang tidak diukur dari dalamnya teori ilmu yang ia kuasai, tapi diukur dari sejauh mana ia mengamalkan ilmu yang ia punya. Maka ketika itu kita harus meluruskan niat kita. Melihat dari sisi kita menuntut ilmu adalah yang pertama tentunya bukan untuk mendapatkan nilai yang tinggi, tapi kita menimba ilmu di negeri orang ini untuk kita amalkan kelak di tanah kelahiran tercinta. Jadilah seseorang yang haus akan ilmu, seseorang yang mencintai ilmu dan mengamalkan ilmu, semua itu bisa kita gali melalui ketekukan dalam menuntut ilmu. Kita harus ingat ketika orang tua kita melepas kepergian kita untuk menuntut ilmu, ketika matanya berkaca-kaca meneteskan air mata, ketika hatinya berusaha untuk merelakan kepergian kita, ketika orangtua susah payah mecari bekal untuk kepergian kita dan kita pun harus ingat bahwa orang-orang di tanah kelahiran kita saat ini sedang menunggu hasil ilmu-ilmu yang kita dapat. Mereka menunggu ilmu-ilmu kita kelak. Sesungguhnya kita adalah orang-orang terpilih yang bisa menuntut ilmu di tanah orang. Tidak semua orang bisa mendapatkan kesempatan seperti kita. Oleh karena itu apa yang harus kita lakukan demi semua ini? Kita tak punya waktu untuk melewatkan waktu. Ingatlah semua yang telah menunggu kita. Berjanjilah untuk memberikan yang terbaik untuk mereka dan berjanjilah untuk menjadi yang terbaik diantara mereka. Kini saatnya kita belajar dengan keras tapi bukan untuk mendapatkan nilai tertinggi. Tapi untuk menjadikan ilmu ini bermanfaat bagi semua. Maka itu jauh lebih mulia dan dengan sendirinya nilai tertinggi itu akan kita gapai.

Sabtu, 01 Oktober 2011


gambar ini diambil ketika akan melaksanakan kegiatan 'Welcome Party' di gedung Grawida Widya Wisuda. sebelah kiri adalah saya sendiri dan sebelah kanan adalah Dini Andriani teman satu lorong saya. ketika itu kami se-asrama A2 diwajibkan mengenakan pakaian pink dengan kerudung hitam serta bawahan hitam.
acara 'welcome party' saat itu sangat mengesankan. yah setiap kali ada kegiatan di GWW pasti kegiatan itu besar dan akan memberika kesan tersendiri bagi kami yang mengikutinya. saya sangat senang sekali setiap kali ada event-event di GWW. maka saya pun membayangkan ketika suatu saat saya akan di wisuda di gedung tersebut. saya sudah tidak sabar menanti hari itu, padahal saat ini saya baru saja memasuki tahun pertama di IPB. namun perjuangan masih akan tetap berlanjut. SEMANGAT....!!!1

Aplikasi Fermentasi dalam kehidupan sehari-hari

Aplikasi Fermentasi dalam Kehidupan Sehari-Hari

Fermentasi adalah proses produksi energi dalam sel dalam keadaan anaerobik (tanpa oksigen). Secara umum, fermentasi adalah salah satu bentuk respirasi anaerobik, akan tetapi, terdapat definisi yang lebih jelas yang mendefinisikan fermentasi sebagai respirasi dalam lingkungan anaerobik dengan tanpa akseptor elektron eksternal.

Ada banyak tipe fermentasi yang bereda dalam hal produk akhir yang terbentuk dari piruvat. Dua bentuk tipe fermentasi yang umum adalah fermentasi alkohol dan fermentasi asam laktat. Fermentasi alkohol biasanya dilakukan oleh ragi dan bakteri yang banyak digunakan dalam pembuatan bir dan anggur.

Secara garis besar prduk fermentasi dibedakan atas produk pangan, kesehatan, energi dan lingkungan. Contoh produk makanan adalah keju, tape, kecap, tempe, oncom dan sebagainya. Produk kesehatan yang paling dominan adalah produksi antibiotika, vitamin dan alkohol. Dalam bidang energi misalnya produksi bioetanol, metanol, metana dan sebagainya. Dalam bidang lingkungan misalnya kompos, biopestisida, dan sebagainya.

Produk fermentasi saat ini telah banyak tersedia di pasaran mulai dari makanan, minuman hingga obat-obatan. Ketersediaan produk fermentasi di pasaran lebih disebabkan kebutuhan masyarakat akan produk yang memiliki kelebihan daripada sekedar memenuhi kebutuhan. Produk pangan hasil fermentasi yang telah lama dikenal dan dikonsumsi masyarakat misalnya tempe, tape, kecap, oncom dan sebagainya. Produk tersebut dikenal masayarakat secara umum, bahkan banyak yang tidak tahu bahwa produk tersebut adalah produk fermentasi. Saat ini produk pangan hasil fermentasi sering lebih menonjolkan aspek fermentasi atau mikrobia yang digunakannya. Contoh produk tersebut misalnya Yakult yang menonjolkan bakterinya daripada yogurt yang lebih menekannkan fungsi produknya.

Produk fermentasi selain dalam bidang pangan banyak pula aplikasinya dibidang non-pangan. Produk asam organik banyak dimanfaatkan untuk pangan dan non-pangan. Salah satu contohnya adalah asam sitrat yang secara luas digunakan dalam berbagai bidang. Asam sitrat dihasilkan secara fermentasi oleh berbagai mikroorganisme. Fermentasi alkohol yang semula diaplikasikan untuk produksi minuman kini dikembangkan untuk bidang farmasi dan energi.

Daftar pustaka

Mahmudin.2009.Fermentasi atau Respirasi Anaerob.[terhubung berkala].http://mahmuddin.wordpress.com/2009/10/01/fermentasi-atau-respirasi-anaerob/ (30 September 2011)

Sudjadi, B.2007.Biologi Sains dan Kehidupan.jakarta Timur:Erlangga

just ask

kenap masyarakat kita lebih suka produk import dari pada produk lokal?

Ketika seseorang bertanya padaku..

Ketika seseorang bertanya padaku, “kuliah dimana?” Aku menjawab dengan bangga bahwa “aku kuliah di IPB”. Kemudian seseorang itu melanjutkan pertanyaannya, “ambil jurusan apa?” Dan aku yang tak kalah bangganya dengan jawaban pertama maka aku jawab “aku ambil fakultas pertanian.” Kemudian dia kembali bertanya, “kok pertanian sih? Kenapa tidak mengambil guru atau selain itu?” dan kali ini aku terbengong-bengong dengan pertanyaannya. Ini adalah pertanyaan bodoh bagi saya, apa yang dia pikirkan sehingga dia melontarkan pertanyaan seperti itu? Namun aku tau dia adalah orang awan. Dia adalah seorang buruh petani biasa, maka disini aku akan menjelaskan keunggulan pertanian.

Konteks pertanian sangat luas di Indonesia, maka prospek kerja pun dapat dibuka luas dalam bidang ini. Seseorang lulusan dari pertanian bukan berarti dia harus menjadi buruh petani yang pekerjaannya mencangkul atau menyiangi padi, namun seseorang lulus sarjana pertanian dapat bekerja dimana saja seperti pabrik makanan, minuman, tekstil, lembaga pemerintahan, pabrik kosmetik, pabrik susu(peternakan), perbankan sekalipun bahkan membuka lapangan kerja sendiri sebagai wirausaha. Selama masih ada manusia yang membutuhkan makan, maka selama itu pula bisnis pertanian akan berjalan.

Indonesia adalah negara agraris, indonesia adalah negara pertanian. Indonesia adalah negara penghasil kelapa sawit terbesar di dunia. Produsen karet kedua di dunia. Indonesia adalah negara penghasil kakao ke tiga di dunia. Dan masih banyak lagi unggulan-unggulan Indonesia seperti panili, rumput laut, padi, jagung, buah-buahan dan masih banyak lagi. Semua produk yang kita gunakan dalam kehidupan ini adalah berasal dari pertanian, mulai dari sandang, pangan dan papan. Contoh penggunaan pertanian dari sandang adalah kosmetik (kosmetik yang bahan pembuatannya dari alam akan lebih baik hasilnya dibandingkan kosmetik dari bahan kimia. Misal, hand and body lotion yang terbuat dari sari-sari bengkuang, alpukat, belimbing, susu, dan lain-lain) maka bahan dasar kosmetik itu adalah dari alam atau pertanian. Kemudian contoh lainnya adalah motor (roda yang kita gunakan berasal dari karet atau tumbuhan karet), apalagi jika diambil dari contoh pangan maka sebagian besar yang kita makan adalah bagian dari pertanian. Selain itu contoh dari papan adalah maka kayu yang kita gunakan untuk membangun bangunan (rumah) maka berasal dari pertanian. Maka apa yang akan terjadi ketika para pelaku pertanian berhenti untuk melakukan kegiatan pertanian? Apa yang akan anda makan kalau bukan nasi, jagung, gandum, singkong. Apa yang akan anda pakai ketika petani berhenti memproduksi serat-serat untuk dibuat pakaian anda? Apa yang akan anda pakai ketika petani berhenti memproduksi karet, kelapa sawit, dan rempah-rempah yang anda gunakan dalam keseharian anda. Anda tentunya akan gelimpungan dengan itu semua. Demi memenuhi taraf hidup penduduk Indonesia yang semakin membludak ini, tentunya teknologi pertanian harus lebih di tingkatkan lagi, bagaimana caranya agar kita memperoleh produk pertanian dengan kualitas tinggi, dengan waktu yang lebih efisien dan menghasilkan produk yang lebih banyak. Maka sarjana pertanian dan jajarannya yang akan memikirkan ini. Maka kelak aku lah yang akan berusaha dengan membuat inovasi-inovasi dalam pertanian.

Sebenarnya pertanian yang dihasilkan Indonesia ini sangat melimpah. Melimpahnya pertanian yang ada di Indonesia harus ada seseorang yang mengolahnya agar dapat menguntungkan negara. Dan siapakah orang-orang yang duduk di jajaran itu kalau bukan generasi muda selanjutnya kalau bukan saya dan teman-teman dalam pertanian. Kami siap mencalonkan diri sebagai penerus generasi pertanian Indonesia. Kami bangga menjadi mahasiswa pertanian. Indonesia adalah PR kami di masa depan. Kami janji akan memperbaiki pertanian Indonesia. Memperbaiki kualitas pertanian Indonesia dan meningkatkan taraf hidup masyarakat khususnya para petani yang telah berjuang mulia dalam dunia pertanian dan dalam memenuhi pangan untuk negara Indonesia tercinta.

Terima kasih petani Indonesia, kau memberikan apa yang kami butuhkan dalam kehidupan kami. Kalau tak ada yang mau bekerja sebagai petani atau dibidang pertanian maka apa yang akan memenuhi pangan kami, sandang kami dan papan kami. Mungkin kami akan kelaparan. Betapa mulianya seorang petani.

Jumat, 30 September 2011

dua yang hilang

Dua yang Hilang

Seperti apakah persahabatan yang sesungguhnya? Apa sih sahabat itu? Siapa dia dan bagaimana dia?

Hubungan apakah yang sebenarnya terjadi diantara kita semua? Kenapa semuanya begitu rumit? Dulu kita begitu dekat, begitu akrab aku kira kita ini cocok, tapi ternyata tidak. Kini aku sadar bahwa kita tidak begitu. Ada sesuatu yang membuat kita selalu bersama, tapi itu bukanlah salah satu syarat dari persahabatan. Aku kecewa dengan semua yang telah terjadi. Kita terlalu sering bersama, apa yang kita pikirkan kadang sejalan, namun hati kita berbeda. Kadang aku tak sepaham dengan keyakinan hatimu dan disitulah letak kesalahan kita, itulah yang membuat kita salah dalam mengartikan kebersamaan kita.

Aku sangat iri dengan gambar ini, dimana meraka bisa bergandengan tangan dan tertawa bersama. Dimana mereka semua berbagi cerita baik tawa maupun tangis. Adakah seseorang yang kan benar-benar menjadi sahabatku? Kenapa kehidupanku begitu sunyi. Aku iri ingin mempunyai sahabat-sahabat seperti mereka. Aku ingin menjadi Hermione diantara Harry Potter dan Ron Weasley, aku ingin menjadi satu diantara dua yang lainnya, aku ingin menjadi sahabat yang baik diantara dua sahabat yang lainnya.

Aku pernah kehilangan seorang sahabat, teman SMP ku seseorang yang aku anggap dia sangat berarti dalam hidupku. Aku yang menganggap dia sebagai sahabatku. Aku menyayanginya bahkan sangat, namun apa yang dia anggap kepadakau, setelah lulus SMP dia menghilang dari kehidupanku. Aku mencarinya dan terus mencari tapi ia tak pernah merespon apa yang telah aku usahakan. Aku mencoba menunjukan bahwa aku ini adalah sahabatnya, namun ia tak mau. Dan hingga aku memutuskan untuk melepasnya. Dan kini aku menemukan dua orang yang aku sayangi, apakah aku juga kan kehilangan mereka? Tiga tahun sudah aku bersahabat dengan mereka, aku sangat menyayangi mereka, dan apakah sekarang adalah waktunya untuk aku kehilangan sahabat-sahabatku lagi? TIDAK! Aku akan mempertahankan mereka. Apapun yang terjadi akuakan mempertahankan mereka. Aku tak ingin kehilangan sahabatku untuk yang kesekian kalinya. Sesungguhnya hanya kalian sahabat-sahabat yang tersisa dalam hidupku, please jangan bubar, jangan kalah dengan ujian yang tak seberapa ini? Masih ingatkan dengan semua yang telah kita lalui? Apa? Ah tak ada sesuatu yang kita lalui bersama. Iyah aku ingat itu, kita memang tak pernah bersama. Aku sadar kalian berdua tak pernah menganggap bahwa kalian bersahabat. Hanya aku lah yang menjadi sahabat kalian berdua. Adakah hal yang bisa aku perbuat sehingga semuanya jadi lebih baik? Jelaskan apa yang harus aku lakukan? Maka aku akan melakukannya. Kapan kita kan tertawa bersama lagi? Kenapa kita ga memulainya lagi dari angka satu.

Teruntuk dua orang yang jauh di seberang sana.